|
Release
Date : Senin, 17 Mei 2010 Media
: Jawa Pos, at page 7, size 1100 mmk Journalist
: (gen/c2/kim) Source : Presiden
Direktur TAM Johnny Darmawan, Direktur Marketing TAM Joko Trisanyoto,
Menjadi Pusat Produksi Fortuner
JAKARTA - Program efesiensi besar-besaran Toyota Motor Corp
membawa berkah bagi industri otomotif Indonesia. Salah satu manfaat
itu adalah menggelembungnya kapasitas produksi PT Toyota Astra Motor
(TAM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota di Indonesia,
seiring dengan ditutupnya salah satu pabrik Toyota di Thailand mulai
akhir Mei nanti. Tambahan produksi ke TAM itu, selain untuk kebutuhan
dalam negeri, untuk memasok pasar ekspor.
Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan mengatakan, terkait dengan
penutupan pabrik Fortuner di Thailand, produksi Fortuner di Indonesia
yang sejauh ini berproduksi untuk kebutuhan pasar dalam negeri akan
ditingkatkan. "Sangat mungkin nanti hasil produksi juga untuk
ekspor ke Timur Tengah dan sebagainya," ujarnya kepada Jawa Pos
tadi malam (16/5).
Selain Fortuner, basis produksi yang akan dialihkan Toyota dari
Thailand ke Indonesia adalah pikap Hilux Vigo. "Hilux juga nanti
ada (produksi di Indonesia, Red), tapi yang pasti tambah produksi
Fortuner dulu," ujar Johnny.
Dia menambahkan, ada dua penanganan pasca ditutupnya pabrik
tersebut. Pertama, produksi dipindah ke salah satu pabrik yang ada di
Thailand. Kedua, produksi Fortuner di Indonesia ditingkatkan. "Pabrik
itu ditutup karena tidak efisien," terusnya.
Direktur Marketing TAM Joko Trisanyoto menambahkan, meski pikap
Hilux masih 100 persen impor dari Thailand, hal itu tidak berpengaruh
terhadap permintaan pasar di dalam negeri. "Lagi pula, pasarnya
di sini masih kecil. Sebulan sekitar 500 unit. Sementara Thailand
produksi puluhan ribu per bulan. Jadi, tidak berdampak apa-apa,"
terangnya.
Menurut Joko, pasar Fortuner di Indonesia saat ini mulai tumbuh.
Terhitung sejak awal 2010, penjualan kendaraan jenis SUV itu mencapai
800 unit sampai seribu unit per bulan. Tahun lalu penjualan hanya
rata-rata 600 unit per bulan.
Joko menegaskan, penutupan pabrik Fortuner di Thailand tidak
berpengaruh terhadap kebutuhan dalam negeri. "Lagi pula, saya
pikir Toyota Motor Corp tidak ingin rugi ya. Mereka pasti sudah
memperhitungkan agar suplai ke negara tujuan tetap terjaga. Kebetulan
Indonesia sudah merakit Fortuner sendiri," jelasnya.
Sebelumnya, Toyota Motor Corp mengumumkan akan menghentikan
produksi di salah satu dari empat pabrik mobilnya di Thailand. Juru
bicara Toyota Motor Corp Takanori Yokoi mengatakan, keputusan
menghentikan produksi di pabrik Toyota di pinggiran Bangkok, ibu kota
Thailand, itu ditetapkan pada November tahun lalu. Karena itu, hal
ini tidak ada hubungannya dengan krisis politik di Thailand.
"Ini merupakan bagian dari upaya restrukturisasi Toyota untuk
meningkatkan efisiensi dan profitabilitas," ujarnya.
Pabrik mobil di Bangkok itu memproduksi mobil sport Fortuner dan
truk pikap Hilux Vigo. "Toyota akan memutuskan apa yang harus
dilakukan terhadap pabrik ini setelah berhenti produksi," terus
Takanori. Pabrik mobil di Bangkok memiliki kapasitas produksi tahunan
50.000 kendaraan didukung sekitar 960 pekerja yang akan dialihkan ke
tiga pabrik lain di Thailand.
LINK
TOYOTA ASTRA MOTOR
|