01 September 2010
Jalan-Jalan Berbuah King Elegant Otomotif
30 Agustus 2010
Bikin Girboks ala Close Ratio Otomotif
16 Agustus 2010
Pabrik Kewalahan, Inden Toyota sampai Dua Bulan Jawa Pos
20 Juli 2010
Pemburu Untung, Minim Polusi Otomotif
18 Juni 2010
Test Drive Toyota Yaris TRD Sportivo Otomotif
03 Juni 2010
Lebih Segar dengan Yaris TRD Sportivo Seputar Indonesia
27 Mei 2010
TAM Gantikan Pabrik Toyota Bangkok Jawa Pos
JADWAL PUASA KELUARGA 1431H
Tips Memperpanjang Umur Kendaraan dan Menghemat Bahan Bakar
Pemakaian Sabuk Pengaman
  CUSTOMER SUPPORT
Images
04 Mei 2010
Irit Oke, Ngebut Oke Koran Tempo

Release Date : Minggu, 02 Mei 2010
Media : Koran Tempo, at page C4, size 1320 mmk
Journalist : RAJU FEBRIAN
Source : Achmad Rizal, Manajer Marketing Communication PT TAM; Widyawati, General Manager Marketing PT TAM

Vios G A/T yang saya gunakan hanya mengkonsumsi 1 liter bahan bakar untuk 13,05 kilometer.

Seperti yang dijanjikan, saya akhirnya mendapat kesempatan untuk menjajal Toyota New Vios pada 22-23 April lalu. Lumayan asyik juga karena inilah enam Vios pertama yang dijajal para wartawan.

PT Toyota Astra Motor (TAM) mengajak 24 wartawan mencoba enam unit Vios, yang mewakili keempat varian yang ada: E manual (dibanderol Rp 206,4 juta), G manual (Rp 219,4 juta), G otomatis (Rp 232,2 juta), dan keluarga terbaru, TRD Sportivo otomatis (Rp 254,4 juta).

Tapi saya mikir juga. Pertama, jalurnya enggak jauh-jauh amat, cuma Jakarta-Subang-Ciater-Lembang-Bandung-Jakarta. Kedua, sektor mesin juga tak ada perubahan dibanding model lamanya. New Vios tetap menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc. Begitu juga tipenya, masih mengandalkan 1NZ-FE 4 silinder, in-line 16 katup DOHC VVT-i.

Kami ingin memberikan kesempatan bagi wartawan untuk tidak hanya merasakan kualitas dan karakter produk Vios, tapi juga lifestyle dan gaya hidup pengguna Vios, kata Achmad Rizal, Manajer Marketing Communication PT TAM, saat kami bersiap di Cilandak Town Square.

Oh, itu to.... Test drive yang diberi nama Impressive Journey with New Vios ini dimulai dengan tes konsumsi bahan bakar. Kami mengisi penuh bahan bakar di SPBU kawasan Cilandak, tangki bahan bakar kemudian disegel, sebelum kembali diisi di tujuan akhir guna menghitung berapa konsumsinya.

Saya kebetulan mendapat Vios tipe G A/T bersama rekan dari oto.co.id dan Investor Daily. Pada rute pertama ini, saya mendapat jatah menyetir. Mau hemat-hematan, kita jalan santai saja, kata Pak De, sapaan akrab rekan dari oto.co.id. Siapa takut, jawab saya.

Setelah memasuki jalan tol dalam kota, kami mengarah ke jalan tol Jakarta-Cikampek. Ternyata, meski melajukan Vios secara konstan dengan memainkan rpm pada angka 2.000-3.000, mobil tetap saja bisa melaju di kecepatan rata-rata 80-100 kilometer per jam.

Menuju Subang dan Ciater, kami mulai menempuh jalanan berbelok yang naik-turun. Meski beberapa kali harus memperlambat kendaraan karena lalu lintas padat, saya tetap bisa memainkan gas dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Oh, ya, di sepanjang perjalanan, saya mengandalkan transmisi di posisi D (Drive) tanpa susah payah harus menurunkan ke posisi 3 atau 2 untuk mendapat tenaga tambahan.

Saya terkesan oleh desain kemudi barunya yang mantap untuk digenggam. Sangat membantu dalam pengendalian mobil. Tak ada gejala limbung saat meliuk menyalip mobil lain atau menikung di antara perkebunan teh di kawasan Subang.

Sempat beristirahat sembari mandi air panas di Ciater, kami melanjutkan perjalanan ke Lembang. Kini giliran saya menjadi penumpang. Suspensi MacPherson Strut dengan pegas koil dan stabilizer di depan serta Torsion Beam dengan pegas koil di belakang juga cukup menjamin kenyamanan.

Ah, kesempatan juga buat ngutak-atik sistem entertainment mobil ini. Alunan lagu-lagu dari iPod menjadi hiburan kami di sepanjang perjalanan. Kabinnya yang kedap membuat suara yang dikeluarkan 4 speaker di bagian depan dan belakang terdengar apik.

Di Bandung, penghitungan konsumsi bahan bahan dilakukan. Hasilnya, kami menjadi peserta dengan mobil bertransmisi matik paling irit. Menempuh jarak 188 km, total konsumsi adalah 14,41 liter atau 13,05 km/liter. Wuih.... Sedangkan untuk tipe manual dicatatkan Vios tipe G M/T. Dengan jarak 189 km, mereka hanya menghabiskan 12,25 liter atau 15,43 km/liter.

Keesokan harinya, saat kembali ke Jakarta, jalan tol Cipularang menjadi rute pilihan. Nah, di sini saya mendapat kesempatan menggeber Vios. Begitu memasuki gerbang tol Pasteur, gas langsung diinjak dalam-dalam. Vios melaju dengan kencang sampai batas maksimal yang saya capai 170 km/jam. Hanya, lari mobil agak lambat naik sejak jarum speedometer pada angka 150 km/jam. Tapi, untung, pulangnya enggak pake irit-iritan lagi.

Tapi saya kecele. Sesampai kami di Jakarta, indikator bensin menunjukkan hanya turun dua bar. Wah, dengan fitur dan kenyamanan, plus performa dan irit bahan bakar, New Vios layak dipertimbangkan bagi mereka yang punya aktivitas tinggi tapi juga menyukai mobil yang bisa diajak ngebut. Ini bukti tagline kami Fuelsaver & Speedmaker enggak bohongan kan? kata Widyawati, General Manager Marketing PT TAM. Iya, Mbak....

LINK TOYOTA ASTRA MOTOR

NASMOCO.CO.ID
Tlp. 024 3516972 (Hunting)
Fax. 024 3513339
E-mail: newratna@nasmoco.co.id

Go to webmail Copyright © 2008 PT New Ratna Motor | Powered by Intikamedia.com