|
Release
Date : Minggu, 02 Mei 2010 Media : Koran
Tempo, at page C4, size 1320 mmk Journalist :
RAJU FEBRIAN Source : Achmad Rizal, Manajer
Marketing Communication PT TAM; Widyawati, General Manager Marketing
PT TAM
Vios G A/T yang saya gunakan hanya mengkonsumsi 1 liter bahan
bakar untuk 13,05 kilometer.
Seperti yang dijanjikan, saya akhirnya mendapat kesempatan untuk
menjajal Toyota New Vios pada 22-23 April lalu. Lumayan asyik juga
karena inilah enam Vios pertama yang dijajal para wartawan.
PT Toyota Astra Motor (TAM) mengajak 24 wartawan mencoba enam unit
Vios, yang mewakili keempat varian yang ada: E manual (dibanderol Rp
206,4 juta), G manual (Rp 219,4 juta), G otomatis (Rp 232,2 juta),
dan keluarga terbaru, TRD Sportivo otomatis (Rp 254,4 juta).
Tapi saya mikir juga. Pertama, jalurnya enggak jauh-jauh amat,
cuma Jakarta-Subang-Ciater-Lembang-Bandung-Jakarta. Kedua, sektor
mesin juga tak ada perubahan dibanding model lamanya. New Vios tetap
menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc. Begitu juga tipenya, masih
mengandalkan 1NZ-FE 4 silinder, in-line 16 katup DOHC VVT-i.
Kami ingin memberikan kesempatan bagi wartawan untuk tidak hanya
merasakan kualitas dan karakter produk Vios, tapi juga lifestyle dan
gaya hidup pengguna Vios, kata Achmad Rizal, Manajer Marketing
Communication PT TAM, saat kami bersiap di Cilandak Town Square.
Oh, itu to.... Test drive yang diberi nama Impressive Journey with
New Vios ini dimulai dengan tes konsumsi bahan bakar. Kami mengisi
penuh bahan bakar di SPBU kawasan Cilandak, tangki bahan bakar
kemudian disegel, sebelum kembali diisi di tujuan akhir guna
menghitung berapa konsumsinya.
Saya kebetulan mendapat Vios tipe G A/T bersama rekan dari
oto.co.id dan Investor Daily. Pada rute pertama ini, saya mendapat
jatah menyetir. Mau hemat-hematan, kita jalan santai saja, kata Pak
De, sapaan akrab rekan dari oto.co.id. Siapa takut, jawab saya.
Setelah memasuki jalan tol dalam kota, kami mengarah ke jalan tol
Jakarta-Cikampek. Ternyata, meski melajukan Vios secara konstan
dengan memainkan rpm pada angka 2.000-3.000, mobil tetap saja bisa
melaju di kecepatan rata-rata 80-100 kilometer per jam.
Menuju Subang dan Ciater, kami mulai menempuh jalanan berbelok
yang naik-turun. Meski beberapa kali harus memperlambat kendaraan
karena lalu lintas padat, saya tetap bisa memainkan gas dengan
kecepatan rata-rata 60 km/jam. Oh, ya, di sepanjang perjalanan, saya
mengandalkan transmisi di posisi D (Drive) tanpa susah payah harus
menurunkan ke posisi 3 atau 2 untuk mendapat tenaga tambahan.
Saya terkesan oleh desain kemudi barunya yang mantap untuk
digenggam. Sangat membantu dalam pengendalian mobil. Tak ada gejala
limbung saat meliuk menyalip mobil lain atau menikung di antara
perkebunan teh di kawasan Subang.
Sempat beristirahat sembari mandi air panas di Ciater, kami
melanjutkan perjalanan ke Lembang. Kini giliran saya menjadi
penumpang. Suspensi MacPherson Strut dengan pegas koil dan stabilizer
di depan serta Torsion Beam dengan pegas koil di belakang juga cukup
menjamin kenyamanan.
Ah, kesempatan juga buat ngutak-atik sistem entertainment mobil
ini. Alunan lagu-lagu dari iPod menjadi hiburan kami di sepanjang
perjalanan. Kabinnya yang kedap membuat suara yang dikeluarkan 4
speaker di bagian depan dan belakang terdengar apik.
Di Bandung, penghitungan konsumsi bahan bahan dilakukan. Hasilnya,
kami menjadi peserta dengan mobil bertransmisi matik paling irit.
Menempuh jarak 188 km, total konsumsi adalah 14,41 liter atau 13,05
km/liter. Wuih.... Sedangkan untuk tipe manual dicatatkan Vios tipe G
M/T. Dengan jarak 189 km, mereka hanya menghabiskan 12,25 liter atau
15,43 km/liter.
Keesokan harinya, saat kembali ke Jakarta, jalan tol Cipularang
menjadi rute pilihan. Nah, di sini saya mendapat kesempatan menggeber
Vios. Begitu memasuki gerbang tol Pasteur, gas langsung diinjak
dalam-dalam. Vios melaju dengan kencang sampai batas maksimal yang
saya capai 170 km/jam. Hanya, lari mobil agak lambat naik sejak jarum
speedometer pada angka 150 km/jam. Tapi, untung, pulangnya enggak
pake irit-iritan lagi.
Tapi saya kecele. Sesampai kami di Jakarta, indikator bensin
menunjukkan hanya turun dua bar. Wah, dengan fitur dan kenyamanan,
plus performa dan irit bahan bakar, New Vios layak dipertimbangkan
bagi mereka yang punya aktivitas tinggi tapi juga menyukai mobil yang
bisa diajak ngebut. Ini bukti tagline kami Fuelsaver & Speedmaker
enggak bohongan kan? kata Widyawati, General Manager Marketing PT
TAM. Iya, Mbak....
LINK
TOYOTA ASTRA MOTOR
|